Alasan Jaksa Banding Vonis Herry Wirawan: Tuntutan Kami Pidana Mati Baca artikel CNN Indonesia “Alasan Jaksa Banding Vonis Herry Wirawan: Tuntutan Kami Pidana Mati”

sidang-vonis-herry-wirawan-3_169

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Asep N Mulyana mengungkap sejumlah pertimbangan pihaknya mengajukan banding atas vonis terdakwa pemerkosa 13 santriwati Herry Wirawan.
Herry sebelumnya telah divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Asep yang menjadi salah satu JPU dalam perkara ini menyatakan pihaknya tetap konsisten meminta hakim menjatuhkan hukuman mati kepada Herry yang terbukti memperkosa belasan santriwatinya.

sidang-vonis-herry-wirawan-3_169

“Kami tetap menganggap bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Herry Wirawan itu sebagai kejahatan sangat serius. Sehingga kami tetap konsisten bahwa tuntutan kami adalah tuntutan pidana mati,” katanya di Bandung, Selasa (22/2).

Dalam memori banding, kata Asep, pihaknya juga mempersoalkan hak asuh anak yang dilahirkan oleh para santriwati. Menurutnya, anak-anak itu itu harus diserahkan secara bertahap kepada keluarga.

“Kami serahkan dahulu kepada orang tua kandung dari yang bersangkutan. Tidak serta merta diserahkan begitu saja,” ujarnya.

Selain itu, Asep menyebut pihaknya juga tetap menuntut agar hakim mengabulkan pembubaran Yayasan Manarul Huda Antapani yang dikelola Herry. Ia mengatakan yayasan itu merupakan alat terdakwa untuk melakukan kejahatan, sebagaimana diatur Pasal 39 KUHP.

“Ini termasuk dalam kategori corporate criminal atau dalam bahasa akademis disebut korporasi misdadd. Jadi, sebuah badan hukum yang sejak awal dibuat untuk melakukan kejahatan,” katanya.

“Kami akan terus konsisten dalam tuntutan yang kami ajukan pada prekursor kami sebelumnya,” ujar Asep menambahkan.

Sebelumnya, Kejati Jabar mengajukan banding atas vonis seumur hidup terdakwa pemerkosa 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan.

Herry divonis seumur hidup karena terbukti memperkosa belasan santriwati sejak 2016 lalu. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan mati yang dilayangkan jaksa penuntut umum.

Selain itu, 9 korban pelecehan seksual Herry diputuskan hakim agar dirawat Pemprov Jawa Barat. Kemudian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diwajibkan membayar restitusi kepada korban dengan total Rp331.527.186 (Rp331 juta).

Sumber berita : cnnindonesia.com

Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

1090064_720

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan calon presiden yang akan diusung sampai saat ini masih digodok. Menurut dia, kandidat Capres 2024 akan disiapkan sebanyak tiga nama sebelum akhirnya diputuskan satu calon yang dinilai paling tepat untuk maju di Pilpres 2024.

1090064_720

“Pokoknya calonnya enggak lebih dari tiga nama. Kandidat itu akan melalui proses kristalisasi atau pengerucutan,” ujar Surya Paloh di kantor DPP NasDem, Selasa, 22 Februari 2022.

Kendati demikian, Surya masih belum mau membocorkan kandidat Capres 2024 dari NasDem. “Belum dipastikan sedang diamati terus oleh tim Bappilu. Tahun ini juga kami akan sampaikan nanti siapa yang akan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang,” ujar Surya Paloh.

Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik NasDem Charles Meikyansyah mengatakan partai akan menggelar rapat kerja nasional pada Juni atau Juli 2022. Dalam acara tersebut, ujar dia, partai akan menyampaikan sejumlah sikap termasuk soal agenda Pilpres 2024.

“Ada kejutan yang berhubungan dengan konsep 2024 mendatang. Tunggu saja,” ujar Wakil Sekretaris Fraksi NasDem di DPR itu di lokasi yang sama.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali sebelumnya mengatakan NasDem tak mensyaratkan seorang calon yang diusung harus menjadi kader partai. Syarat kandidat Capres 2024 dari Nasdem ialah memiliki gagasan untuk memajukan bangsa dan rekam jejak yang baik, sejalan dengan visi partai, dan memiliki elektabilitas yang tinggi.

Untuk saat ini, kata Ali, NasDem belum memutuskan siapa yang akan diusung di Pilpres. Namun, setidaknya baru tiga nama dengan elektabilitas tiga teratas yang dilirik. Mereka adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Jadi tidak akan keluar dari tiga nama itu lah. Hari ini kalau lihat lembaga survei, selalu tiga nama itu yang teratas. Tentu kami melihat elektabilitas, enggak mungkin partai mau pilih yang tidak ada kemungkinan menang, kan,” tutur Ali soal Capres 2024.

Sumber berita : tempo.co